Sabtu, 09 April 2011

iseng2 Tsuki

Aku menemukanmu di tengah kegelapan.

Kegelapan, yang lebih mengerikan dari malam di negeri ratu, dimana darah dan jerit berbaur menjadi rintihan tak berujung.

Di tempat dimana kesendirian menjadi kawan terbaik, di sana kau menemukanku.

Terhuyung bersama kemalangan.

Terlalu lelah mengayun langkah.

Di saat jiwa hanya memikirkan tentang satu, kau membuatku mengerti, mengapa tangan diciptakan berpasangan.

Yaitu, untuk menggenggam dan diulurkan.

Kau membuatku menyadari, jatuh tidak selalu sakit dan gagal tidak berarti berakhir.

Di sini, sekarang, aku bersama orang-orang yang baru.

Mencoba menemukan kembali makna kasih sayang di tempat yang kau terangi.


,Tsuki,
>o^

iseng2 Tsuki part II

Perasaan yang aneh muncul ketika sekali lagi memandang bulan.

Tidak terbendung, membuat pita suara lelah bergetar.

Terlalu bercahaya, meski tak diharapkan.

Bersinar, meski menyakitkan.

Kenapa bulan selalu menggerakkan hati untuk mengejar meski tak mungkin terkejar?

Apa yang mereka harapkan, padahal cahaya bulan pernah melukainya seperti duri mawar?

Biarkan napas berhembus dan menerbangkannya seperti daun kering di musim gugur..

,Tsuki,
(when once again she saw the moon)
>o^

iseng2 Tsuki part III

Aku akan memberikan kekuatan pada setiap napas yang aku hembuskan, agar ia bisa merogoh dalam ke hatiku dan membawa semua bebanku pergi.
Agar semua masa lalu menyakitkan bisa berlalu dan terbang bagai dandelion..

,Tsuki,
(when once again she fell down)